Posted by : Unknown Sabtu, 22 Februari 2014

             Tipe-tipe erupsi gunung berapi sebenarnya sudah dibahas dalam topik Magma, Kegunungapian, dan Kegempaan, namun kali ini akan diperjelas lagi dan dihubungkan dengan aktifitas beberapa gunungapi yang sedang aktif akhir-akhir ini. Dalam 2 bulan terakhir ini, sudah 2 buah gunung yang meletus di Indonesia, yaitu gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur. Selain itu, gunungapi lainnya juga menunjukkan peningkatan aktifitas walaupun masih dalam status siaga. Namun kita juga harus tetap terus waspada dengan berbagai aktifitas gunungapi yang kapan saja dapat meletus.
             Tipe-tipe erupsi gunungapi berikut ini dibedakan berdasarkan tinggi rendahnya derajat fragmentasi dan luasnya, juga kuat lemahnya letusan serta tinggi tiang asap, maka erupsi gunungapi dibagi menjadi beberapa tipe erupsi, yaitu : 
(1) Tipe Hawaiian,yaitu erupsi eksplosif dari magma basaltic atau mendekati basalt, umumnya berupa semburanlava pijar, dan sering diikuti  leleran lava secara simultan, terjadi pada celah atau kepundan sederhana; 
(2) Tipe Strombolian, erupsinya hampir sama dengan Hawaiian berupa semburan lava pijar dari magma yang dangkal, umumnya terjadi pada gunungapi sering aktif di tepi benua atau di tengah benua; 
(3) Tipe Plinian, merupakan erupsi yang sangat ekslposif dari magma berviskositas tinggi atau magma asam, komposisi magma bersifat andesitik sampai riolitik. Material yang dierupsikan berupa batuapung dalam jumlah besar; 
(4) Tipe Sub Plinian, erupsi eksplosif dari magma asam/riolitik dari gunungapi strato, tahap erupsi efusifnya menghasilkankubah lava riolitik. Erupsi subplinian dapat  menghasilkan pembentukan ignimbrit; 
(5) Tipe Ultra Plinian, erupsi sangat eksplosif menghasilkan endapan batuapung lebih banyak dan luas dari Plinian biasa;
(6) Tipe Vulkanian, erupsi magmatis berkomposisi andesit basaltic sampai dasit, umumnya melontarkan bom-bom vulkanik atau bongkahan di sekitar kawah dan sering disertai bom kerak-roti atau permukaannya retak-retak. Material yang dierupsikan tidak melulu berasal dari magma tetapi bercampur dengan batuan samping berupa litik; 
(7) Tipe Surtseyan dan Tipe Freatoplinian, kedua  tipe tersebut merupakan erupsi yang terjadi pada pulau gunungapi, gunungapi bawah laut atau gunungapi yang berdanau kawah. Surtseyan merupakan erupsi interaksi antara magma basaltic dengan air permukaan atau bawah permukaan, letusannya disebut freatomagmatik. Freatoplinian kejadiannya sama dengan Surtseyan, tetapi magma yang berinteraksi dengan air berkomposisi riolitik. (Pengenalan Gunungapi, Vulcanological Survey of Indonesia, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral)
                Selain tipe-tipe erupsi di atas, erupsi gunungapi juga dapat dibedakan berdasarkan kedalaman dapur magma, kekentalan magma, dan kekuatan gas yang dilontarkan, yang terdiri dari beberpa jenis sebagai berikut :
a.   Tipe Merapi
b.  Tipe Hawai
c.   Tipe Peele
d.  Tipe Peret
e.   Tipe Stromboli
f.   Tipe St. Vincent
- See more at: http://geologitambangsmk.blogspot.com/2013/08/magma-kegunungapian-dan-kegempaan.html#sthash.KZY0ueVC.dpuf
 a. Tipe St. Vincent, yang dicirikan dengan adanya danau pada kawah gunung, sehingga ketika terjadi letusan air di kawah akan ikut tumpah dan mengeluarkan lahar panas yang berbahaya. Tekanan gas yang dikeluarkan bertekanan sedang dan lava yang dikeluarkan agak kental. Tipe erupsi jenis ini terjadi pada gunung Kelud, dengan erupsi yang mengeluarkan material sangat banyak dan abu vulkanik yang terdorong cukup tinggi.
b. Tipe Plinian (Perret), yang dicirikan dengan letusan yang yang dahsyat dan merusak lingkungan di sekitarnya. Selain itu, erupsi tipe ini juga menghasilkan tekanan gas yang sangat kuat dan lava yang cair. Karena dahsyatnya letusan, material gunung api dapat terlontar puluhan kilometer dari gunung. Gunungapi dengan tipe erupsi ini adalah gunung Krakatau.
c. Tipe Pelee, yang dicirikan dengan adanya sumbat berbentuk jarum di ujung kawah yang menyebabkan semakin besarnya tekanan dari dalam gunung. Sumbat inilah yang menyebabkan terjadinya letusan pada gunungapi tipe ini.
d. Tipe Merapi, yang dicirikan dengan letak dapur magma yang dangkal yang menghasilkan erupsi dengan lava kental. Lava ini akan keluar menembus sumbat lava pada mulut kawah, selain itu erupsi tipe ini juga mengeluarkan awan panas yang menyebar di sekitar gunung sebagai penanda bahwa gunung ini sedang meletus. Gunung Merapi termasuk dalam tipe ini.
e. Tipe Vulkano, yang dicirikan dengan keluarnya material padat (lapili, bom, abu) serta bahan-bahan padat dan cair (lava) ketika terjadi letusan. Erupsi tipe ini menghasilkan tekanan gas bertekanan sedang dan pada saat terjadi letusan akan menghasilkan awan debu. Gunungapi tipe ini contohnya adalah gunung Semeru.
f. Tipe Stromboli, yang dicirikan dengan letak dapur magma yang dangkal dan interval letusannya teratur dan relatif bersamaan, gunungapi tipe ini adalah Gunung Raung.
g. Tipe Hawaii, banyak terdapat di daerah Hawaii, dicirikan dengan letak dapur magma yang sangat dangkal dan mengalirkan lava yang cair sehingga dapat mengalir ke segala arah. Contoh gunungapi tipe ini adalah gunung Maona Lea.
 Sumber :
http://www.anneahira.com/tipe-letusan-gunung-api.htm
Pengenalan Gunungapi, Vulcanological Survey of Indonesia, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral

Magma, Kegunungapian, dan Kegempaan
Magma, Kegunungapian, dan Kegempaan

{ 1 komentar... read them below or add one }

- Copyright © geologi tambang - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -